Dibutuhkan ASN Milenial Yang Berintegritas

  • Senin, 26 Oktober 2020 - 00:46:42 WIB
  • Administrator
Dibutuhkan ASN Milenial Yang Berintegritas

“Di zaman ini masyarakat berbondong-bondong mengejar kenikmatan dan kesuksesan dunia yang fana. Kesuksesan sering dinilai dari seberapa banyak seseorang memiliki harta kekayaannya. Padahal kesuksesan yang sebenarnya yaitu kesuksesan harus diiringi dengan integritas.
Karena kesuksesan tanpa didampingi oleh integritas
merupakan kesuksesan nisbi”.

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan komponen penting dalam tata laksana kegiatan pemerintahan. Diantara komponen terpenting yang harus dimiliki adalah integritas dan profesionalisme ASN. Karena dua hal tersebut seringkali dipertanyakan masyarakat. Gambaran ASN identik dengan “suka-suka”, tapi anehnya membuat banyak di antara masyarakat berambisi untuk diterima sebagai ASN, bahkan untuk itu terdapat mempergunakan lika-liku cara.

Pertanyaan diatas sebagai jawabannya, maka pemerintah Republik Indonesia saat ini sedang fokus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki integritas untuk mengisi era revolusi industri 4.0.  Demikian, juga dibidang penataan manajemen kepegawaian menyiapkan ASN milenial yang mempunyai integritas, etika dan profesional  di era industri 4.0 ini. Strategi mendapatkan ASN berintegritas melakukan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil [CPNS] berbasis Computer Assisted Test [CAT].  

Pada era industri 0.4 berbasis digital memerlukan regulasi yang tepat dalam melayani konsumen lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Karena itulah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menargetkan separuh dari Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah generasi milenial pada 2024 yang diharapkan mempunyai kompetensi memadai. Upaya untuk mewujudkannya beberapa sistem diberlakukan untuk meningkatkan minat generasi milenial menjadi pelaksana memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Integritas ASN Milenial
Kata integritas dalam keseharian sering di dengar, dalam pengertian yang sempit integritas bisa berarti kejujuran. Namun secara luas,  kata integritas memiliki makna patuh pada aturan, memegang teguh nilai-nilai, prinsip-prinsip, yang baik. Orang yang ber-integritas akan memiliki karakter yang akan mencerminkan nama baik seseorang, integritas akan menjadi pertaruhan seorang pada posisi tertentu.

Sebagai ASN milenial, sangat terikat dengan sumpah dan janji yang diucapkan ketika diangkat menjadi ASN atau pada saat disumpah untuk memegang jabatan tertentu.  Seorang ASN juga terikat dengan Kode Etik yang diberlakukan di mana ia bekerja, ketika seorang ASN melanggar kode etik, maka integritasnya di pertanyakan. Tidak hanya itu seorang ASN juga terikat dengan PP Noomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, ketika melanggar aturan ini maka seorang ASN bisa dianggap tidak berintegritas dan kena sanksi.
Integritas ASN sangat erat hubungannya dengan ahlak kerja pegawai. Ahlak pegawai maksudnya setiap tingkah laku, tindakan yang dilakukan oleh PNS atau tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Secara tegas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara [UU ASN], menyebutkan bahwa Pegawai ASN diserahi tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu, maka perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Integritas ASN milenial merupakan ciri sebagai pelayan masyarakat yang profesional, sebagaimana disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya, ASN wajib memiliki tujuh ciri-ciri public life principles, yaitu tidak berpikir untuk sendiri (selflessness), integritas (integrity), obyektif (objectivity), akuntabel (accountability), terbuka (openness), kejujuran (honesty), dan kepemimpinan (leadership). “Tidak berpikir untuk sendiri artinya mengutamakan kepentingan publik, dan tidak berbuat dalam rangka memperoleh keuntungan material untuk dirinya sendiri, keluarga atau teman-temannya. Sedangkan integritas yaitu tidak terikat pada ikatan diluar kantor dalam bentuk ikatan finansial, ataupun kewajiban lainnya yang dapat mempengaruhi didalam menjalankan kewajibannya”, [Menteri Siti].

Kenapa pentingnya integritas bagi ASN milenial khususnya dan setiap ASN umumnya? Karena integritas merupakan salah satu atribut terpenting/kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Integritas itu sendiri berasal dari kata Latin “integer”, yang berarti [Iriawan]:

•    Sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.
•    Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuanyang memancarkan kewibawaan; kejujuran.
 
Kontribusi ASN Milenial
Masyarakat sebagai konsumen saat ini membutuhkan layanan prima dari ASN milenial secara nyata, adapun kontribusi yang dibutuhkan antara lain :
1.    Layanan ramah disabilitas. Dalam melaksanakan layanan prima, ASN milenial harus memahami kriteria standar layanan dimana salah satunya adalah layanan yang ramah disabilitas. karenanya di era milenial, para disabilitas harus mendapat porsi layanan yang ramah..
2.    Layanan 0 rupiah. Integritas dan komitmen ASN milenial harus berupaya memberikan layanan dengan tarif 0 rupiah alias tidak berbayar. Layanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat yang memiliki hak mendapatkan layanan sebagai warga negara.
3.    Transparansi informasi publik. Di era milenial, ASN juga saat memahami akan pentingnya transparansi informasi publik. Maknanya agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi umum dan memiliki akses untuk terhubung dengan pihak-pihak yang terkait.
4.    Responsif dalam pengaduan. ASN milenial harus memiliki kepekaan atau responsibilitas yang tinggi atas berbagai jenis pengaduan dari masyarakat. Integritas tetap tercermin dalam berjalannya prosedur yang benar, maka masyarakat akan memiliki kemudahan akses dalam berbagai pengaduan.
5.    ASN tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). ASN milenial harus terlepas dari  bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam melaksanakan tugas kedinasannya.
6.    Penegakan disiplin dan profesionalisme. Generasi ASN milenial sudah saatnya menjadi pionir dalam penegakan disiplin dan profesional  bekerja. Sehingga ASN selama ini ada stigma negatif dari masyarakat, secara pasti lenyap.
7.    Inovasi teknologi digital. ASN milenial mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat melalui penciptaan ide-ide kreatif dan membangun dan diwujudkan dalam bentuk inovasi berbasis teknologi digital untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam hal meningkatkan layanan pada masyarakat.

Tantangan ASN Milenial
Terdapatnya tantangan dan hambatan yang dihadapi ASN harus dijadikan sebagai kekuatan dan peluang untuk mendorong visi Indonesia 2045, dengan berfondasi pada transformasi digitalisasi birokrasi yang lebih memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat. Praktik birokrasi yang berbelit dan lamban harus dipangkas, kinerja birokrasi lebih efisien, fleksibel dan adaptif, serta meluaskan semangat perubahan kerja yang kreatif, inovatif dan berdaya siang. Era milenial yang mengharuskan seluruh ASN untuk mengerti IT dan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam mengimbangi pengetahuan dan meningkatkan pelayanan publik.

ASN millenial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0, dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dan otomasi disemua aspek kehidupan manusia. Banyak pihak yang belum menyadari akan adanya perubahan tersebut, padahal semua itu adalah tantangan ASN millenial saat ini.

Jadi dengan demikian dalam menghadapi tantangan ASN milenial, harus memiliki kepribadian yang berintegritas sebagai suatu sikap yang harus dimiliki seseorang untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan kode etik aturan ASN dan moral tinggi. Setiap ASN harus memiliki integritas agar tertanam keteguhan hati dan konsisten dalam menjunjung tnggi nilai luhur keyakinan. Ketika seseorang ASN memiliki integritas maka, akan dapat memberikan kesan yang baik di hadapan masyarakat dan terutama di hadapan Allah Subhanallah Wata’ala. Sebaliknya, ketika seorang ASN tidak memiliki integritas yang baik maka akan berpengaruh bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.
 
 
 

Ditulis Oleh: Satia Supardy
Bekerja di Pusbang ASN BKN

  • Senin, 26 Oktober 2020 - 00:46:42 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya